Basic Idea
Sebuah perusahaan, organisasi, komunitas atau institusi yang terdiri dan ditopang SDM atau individu dapat dianalogikan sebagai satu kesatuan yang tak terpisahkan sebagaimana tubuh manusia. Jika salah satu dari anggota tubuh itu terganggu, maka akan menghambat keseluruhan gerak, menyebabkan seluruh tubuh merasa sakit dan menyebabkan individunya tidak dapat berfungsi secara normal sehingga mengakibatkan produktivitas dan kesehatan perusahaan, organisasi, komunitas atau institusi akan terganggu.
Objektivitas
Setiap individu pasti pernah mengalami kebosanan. Kebosanan bisa terjadi di dalam berbagai aspek kehidupan individu seperti pekerjaan, sekolah, bahkan perkawinan. Biasanya rasa bosan ditandai dengan kelelahan, miskin kreativitas, hilangnya minat atau ketertarikan pada sesuatu yang dahulu disukai, malas, lesu, dan berbagai perasaan tidak enak.
Dalam dunia kerja atau keseharian, kebosanan menjadi sangat penting untuk mendapat perhatian. Suatu keadaan yang jika tidak kunjung ditangani, maka sangat berpotensi mengundang penyakit yang lebih serius. Seperti turunnya produktivitas kerja, strees, depresi, frustrasi, pengambilan keputusan atau pun tindakan yang tidak rasional, menaruh perhatian pada hal yang tidak relevan, munculnya masalah-masalah yang berhubungan dengan kesehatan, psikologis dan interaksi interpersonal, banyak pekerjaan tidak selesai pada waktunya entah karena kelambanan atau pun karena banyaknya kesalahan yang berulang.
Point Of View
Peter Salovey, psikolog Yale dan pencetus istilah EQ menyatakan bahwa IQ menyebabkan seseorang mendapat suatu pekerjaan, sedangkan EQ menyebabkan seseorang mendapatkan promosi dalam pekerjaan itu. Sementara Daniel Golemen, dalam bukunya Emotional Intelligence (1994) menyatakan bahwa “kontribusi IQ bagi keberhasilan seseorang hanya sekitar 20 % dan sisanya yang 80 % ditentukan oleh serumpun faktor-faktor yang disebut Kecerdasan Emosional. Sebab EQ mempengaruhi semua aspek yang berhubungan dengan pekerjaan. Bahkan ketika bekerja seorang diri, keberhasilan sangat tergantung pada seberapa besar tingkat kedisiplinan dan motivasi sendiri. Sementara menurut Danah Zohar, penggagas istilah tehnis SQ (Kecerdasan Spiritual) menyatakan jika SQ adalah kecerdasan yang mengangkat fungsi jiwa sebagai perangkat internal diri yang memiliki kemampuan dan kepekaan dalam melihat makna yang ada, dapat membantu menyembuhkan dan membangun diri secara utuh serta lebih berurusan dengan pencerahan jiwa. Orang yang ber-SQ tinggi mampu memaknai penderitaan hidup dengan memberi makna positif pada setiap peristiwa, masalah, bahkan penderitaan yang dialaminya. Dengan memberi makna yang positif itu, ia mampu membangkitkan jiwanya dan melakukan perbuatan dan tindakan yang positif.
Valueureka
Valueureka adalah sebuah metode pengenalan dan penumbuhan EQ dan SQ dengan basis seni yang bermakna penemuan nilai. Maka sebagaimana esensi seni yang berarti kesanggupan akal untuk menciptakan sesuatu yang bernilai tinggi, Valueureka membangun unsur dan sifat:
1. Physical energizer yang memungkinkan untuk diserap sebagai bentuk latihan penyaluran emosi dan ekspresi fisik secara positif.
2. Motivasi dan filosofi hidup yang potensial untuk membangun keluasan visi, kelenturan batin dan pengayaan imaji dalam rangka memotivasi diri pribadi.
3. Edutainment dan interaktif, dimana setiap peserta adalah bagian integral dari seluruh proses serta tidak menimbulkan ketergantungan.
4. Menerima, mengikuti dan menerjemahkan sifat alam sebagai sarana pembangkitan spiritualitas dan humanisme.
5. Meditatif, kreatif dan fun sebagai sarana relaksasi, katarsis (pencerahan jiwa) dan merangsang pola pikir positif.
Epilog
Kemenangan bukan ditentukan oleh pengalaman. Tapi keberanian, kerja keras dan pemahaman. Life Identity Institute adalah praktisi EQ dan SQ yang telah terbukti mengedepankan pelayanan klien dan memberi sesuatu yang tidak sekedar bernilai.
Daftar Pustaka
1. Gerak, Penumbuh Motivasi Perubahan, Kompas 07 Maret 2007
2. Stress Kerja Jacinta F. Rini, MSi.
3. Penyakit Organisasi Jacinta F. Rini
4. EQ dalam Kepemimpinan Johanes Papu
5. EQ dan Kesuksesan Kerja Johanes Papu
6. Memotivasi Karyawan Johanes Papu
7. Kebosanan Kerja Johanes Papu
8. Pengertian Kerja Ubaydillah, AN
9. Membangun KepercayaanUbaydillah, AN
10. Selayang Pandang IQ, EQ dan Ubaydillah, AN
11. Membudayakan Coaching di Tempat Kerja Ubaydillah, AN
12. Tanda-Tanda Kedewasaan Seorang Pemimpin Zainun Mu’tadin, SPsi, MSi
13. Belajar Pada Siang, Belajar Pada Malam, Iman Budhi Santosa
14. IQ versus EQ Oleh R. Rubadeau
15. Danah Zohar & Ian Marshall: SQ the ultimate intelligence: 2001